Kamis, 25 Februari 2010

Diposkan oleh jantisyubidu.. di 08.19
Definisi Sosiologi secara singkat :

Sosiologi adalah ilmu yang mengkaji drama kehidupan sosial manusia terutama tentang tindakan manusia baik individual, kelompok, tindakan yang lazim, maupun yang tidak lazim.

A. Sosialisasi

1. Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Yang dipelajari dalam proses sosialisasi adalah peran, nilai, dan norma sosial. Menurut Peter L. Berger (dalam Sunarto, 2000: 23) sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang dapat berpartisipasi dalam masyarakat. Sementara menurut David Gaslin, Sosialisasi adalah proses belajar yang dialami seseorang untuk memperoleh pengetahuan tentang nilai dan norma agar ia dapat berpartisipasi sebagai anggota kelompok masyarakat.

2. Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Sosialisasi

Seseorang merupakan produk sosial dari hasil interaksinya dengan orang lain. Dalam interaksi tersebut, ia mengalami proses sosialisasi. Sejak ia lahir, ia telah mengalami sosialisasi. Dengan demikian, nilai dan norma sosial tersebut lama-kelamaan menjadi bagian dirinya. Ia akan selalu bertindak sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Tanpa sosialisasi, kemampuan akal, emosi, dan jiwa seseorang tidak dapat berkembang sesuai yang diharapkan masyarakatnya.

3. Pengertian Kepribadian

Dalam sosiologi, istilah kepribadian dikenal dengan sebutan diri (self) . Sosialisasi bertujuan membentuk diri seseorang agar bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang di anut masyarakat dimana ia tinggal.
Empat tahap perkembangan diri manusia :

1. Prepatory Stage (0-2th)
Seorang anak belajar minum, makan, berjalan, belajar berbicara, dsb.
2. Play Stage (3-5th)
Seorang anak mulai belajar mengambil peran orang-orang sekitarnya, ia mulai meniru peran yang dijalankan orang tuanya atau orang yang sering berinteraksi dengannya.
3. Game Stage (6-12th)
Anak sudah mulai menyadari peran yang ia jalankan dan peran yang dijalankan orang lain.
4. Generalized Others (13th ke atas)
Anak telah mampu mengambil peran orang lain yang lebih luas, ia telah mampu berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat.
Charles Horton Cooley (dalam Sunarto, 2004: 25) menyatakan bahwa konsep seseorang berkembang melalui interaksi dengan orang lain. Diri seseorang yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini disebut Cooley sebagai looking glass self, yang melalui tiga tahap :
a. Seseorang membayangkan bagaimana perilakunya tampak bagi orang lain.
b. Seseorang membayangkan bagaimana orang lain menilai perilaku itu.
c. Seseorang membangun konsepsi tentang dirinya berdasarkan asumsi penilaian orang lain terhadap dirinya itu.

4. Faktor Pembentuk Kepribadian

Menurut Paul B. Horton (1999: 91-106) faktor pembentuk kepribadian dipengaruhi oleh warisan biologis, lingkungan fisik, kebudayaan, pengalaman kelompok, dan pengalaman unik seseorang.
a. Warisan biologis (keturunan)
Faktor keturunan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian. Warisan biologis menyediakan bahan mentah dan dapat dibentuk dengan dan dalam berbagai cara.
b. Lingkungan Fisik (geografis)
Perbedaan perilaku kelompok terutama disebabkan perbedaan iklim, topografi, dan sumber alam. Orang yang hidup di daerah pegunungan berbeda kepribadiannya dengan orang yang hidup di tepi pantai.
c. Kebudayaan
Kebudayaan berperan membentuk kepribadian seseorang dan masyarakat. Setiap kebudayaan menyediakan norma yang berbeda antar masyarakat satu dengan lainnya dpan mempengaruhi kepribadian anggotanya.
d, Pengalaman Kelompok
Kadang kala ukuran penilaian antar kelompok saling berbeda, dan dari hal tersebut seseorang harus mau dan mampu untuk memilah-milahkannya.
e. Pengalaman Unik
Menurut Paul B. Horton, pengalaman unik mengandung pengertian bahwa tidak seorangpun mengalami serangkaian pengalaman yang persis satu sama lainnya dan tidak seorangpun mempunyai latar belakang pengalaman yang sama.

5. Agen-Agen, Bentuk, Tipe, dan Pola Sosialisasi

a. Agen-Agen Sosialisasi
Dalam sosiologi pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi disebut agen sosialisasi. Fuller dan Jacobs mengidentifikasikan empat agen sosialisasi utama, yaitu
- Keluarga
- Kelompok sebaya atau sepermainan
- Sekolah
- Media Massa

b. Bentuk Sosialisasi
Sosialisasi dapat dibagi dalam bentuk sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Light, Keller, dan Callhoun mengemukakan bahwa setelah seseorang mendapatkan sosialisasi dini yang dinamakannya sosialisasi primer, maka selanjutnya ia akan mendapatkan sosialisasi sekunder. Sosialisasi primer adalah sosialisasi pada tahap awal kehidupan seorang manusia, sedangkan sosialisasi sekunder ialah sebuah proses penyosialisasian ulang.

c. Tipe Sosialisasi
Ada dua tipe sosialisasi yaitu :
- Formal, melalui lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku di negara.
- Informal, terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan.

d. Pola Sosialisasi
Jaeger membagi sosialisasi kedalam dua pola, yaitu pola sosialisasi represif dan pola sosialisasi partisipatoris.

B. Perilaku Menyimpang

1. Pengertian Konformitas

Konformitas adalah bentuk interaksi yang didalamnya seseorang berprilaku sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat dimana ia tinggal.

2. Hakikat Perilaku Menyimpang

a. Definisi Perilaku menyimpang

Suatu perilaku disebut menyimpang (deviance) apabila tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Nilai dan norma sosial masyarakat yang satu berbeda dengan norma sosial masyarakat lainnya.

b. Sumber Penyimpangan

-Edwin M. Lemert,menyatakan bahwa perilaku menyimpang terjadi karena pemberian julukan atau merk tertentu yang di anggap menyimpang dalam suatu masyarakat atau yang biasa disebut labelling.
-
Robert K. Merton,menyatakan perilaku menyimpang terjadi karena tidak adanya kaitan antara tujuan dengan cara yang telah ditetapkan dan dibenarkan oleh struktur sosial.Merton mengidentifikasikan 5 tipe cara adaptasi individu,yaitu :
*cara adaptasi konformitas
*cara adaptasi inovasi
*cara adaptasi ritualisme
*cara adaptasi retreatisme
*cara adaptasi pemberontakan
Di antara ke-5 cara adaptasi di atas,adaptasi konformitas merupakan satu-satunya bentuk perilaku yang tidak menyimpang.


3.Sifat dan Macam Perilaku Menyimpang

a.Sifat Perilaku Menyimpang

-penyimpangan bersifat positif,penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif,kreatif dan memperkaya alternatif.
-penyimpangan bersifat negatif,dimana pelaku bertindak ke arah nilai sosial yang di pandang rendah dan berakibat buruk serta mengganggu sistem sosial.

b.Macam-Macam Perilaku Menyimpang

-Tindakan Kriminal atau Kejahatan
Light,Keller, dan Calhoun membedakan tipe kejahatan menjadi :
*Kejahatan tanpa korban ,yang tidak mengakibatkan kerugian bagi orang lain.
*Kejahatan terorganisasi,yang di lakukan oleh komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan cara menghindari hukum.
*Kejahatan kerah putih,yang mengacu pada kejahatan yang di lakukan oleh orang terpandang atau yang berstatus tinggi dalam pekerjaannya.
*Kejahatan kerah biru,yang di lakukan oleh kaum yang kurang berpendidikan.
*Kejahatan korporat,yang dilakukan atas nama organisasi dengan cara menaikkan keuntungan.

-Penyimpangan seksual
*Perzinahan
*Lesbianisme
*Homoseks
*Kumpul Kebo
*Tranvestitisme
*Sadisme
*Biseksual
*Pedophilia
*Inces

-Pemakaian dan pengedaran obat terlarang

-Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup

2 komentar on " "

jantisyubidu.. on 25 Februari 2010 08.34 mengatakan...

fiuhh,
cape cape ngrjaen tgazz,
smugaa ajj nlaenyah bguss ;)

Anonim mengatakan...

ini diambil dari buku ya?
kalok iya..

nama and penerbitnya boleh kasih tw?

Poskan Komentar

Kamis, 25 Februari 2010

Definisi Sosiologi secara singkat :

Sosiologi adalah ilmu yang mengkaji drama kehidupan sosial manusia terutama tentang tindakan manusia baik individual, kelompok, tindakan yang lazim, maupun yang tidak lazim.

A. Sosialisasi

1. Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Yang dipelajari dalam proses sosialisasi adalah peran, nilai, dan norma sosial. Menurut Peter L. Berger (dalam Sunarto, 2000: 23) sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang dapat berpartisipasi dalam masyarakat. Sementara menurut David Gaslin, Sosialisasi adalah proses belajar yang dialami seseorang untuk memperoleh pengetahuan tentang nilai dan norma agar ia dapat berpartisipasi sebagai anggota kelompok masyarakat.

2. Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Sosialisasi

Seseorang merupakan produk sosial dari hasil interaksinya dengan orang lain. Dalam interaksi tersebut, ia mengalami proses sosialisasi. Sejak ia lahir, ia telah mengalami sosialisasi. Dengan demikian, nilai dan norma sosial tersebut lama-kelamaan menjadi bagian dirinya. Ia akan selalu bertindak sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Tanpa sosialisasi, kemampuan akal, emosi, dan jiwa seseorang tidak dapat berkembang sesuai yang diharapkan masyarakatnya.

3. Pengertian Kepribadian

Dalam sosiologi, istilah kepribadian dikenal dengan sebutan diri (self) . Sosialisasi bertujuan membentuk diri seseorang agar bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang di anut masyarakat dimana ia tinggal.
Empat tahap perkembangan diri manusia :

1. Prepatory Stage (0-2th)
Seorang anak belajar minum, makan, berjalan, belajar berbicara, dsb.
2. Play Stage (3-5th)
Seorang anak mulai belajar mengambil peran orang-orang sekitarnya, ia mulai meniru peran yang dijalankan orang tuanya atau orang yang sering berinteraksi dengannya.
3. Game Stage (6-12th)
Anak sudah mulai menyadari peran yang ia jalankan dan peran yang dijalankan orang lain.
4. Generalized Others (13th ke atas)
Anak telah mampu mengambil peran orang lain yang lebih luas, ia telah mampu berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat.
Charles Horton Cooley (dalam Sunarto, 2004: 25) menyatakan bahwa konsep seseorang berkembang melalui interaksi dengan orang lain. Diri seseorang yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini disebut Cooley sebagai looking glass self, yang melalui tiga tahap :
a. Seseorang membayangkan bagaimana perilakunya tampak bagi orang lain.
b. Seseorang membayangkan bagaimana orang lain menilai perilaku itu.
c. Seseorang membangun konsepsi tentang dirinya berdasarkan asumsi penilaian orang lain terhadap dirinya itu.

4. Faktor Pembentuk Kepribadian

Menurut Paul B. Horton (1999: 91-106) faktor pembentuk kepribadian dipengaruhi oleh warisan biologis, lingkungan fisik, kebudayaan, pengalaman kelompok, dan pengalaman unik seseorang.
a. Warisan biologis (keturunan)
Faktor keturunan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian. Warisan biologis menyediakan bahan mentah dan dapat dibentuk dengan dan dalam berbagai cara.
b. Lingkungan Fisik (geografis)
Perbedaan perilaku kelompok terutama disebabkan perbedaan iklim, topografi, dan sumber alam. Orang yang hidup di daerah pegunungan berbeda kepribadiannya dengan orang yang hidup di tepi pantai.
c. Kebudayaan
Kebudayaan berperan membentuk kepribadian seseorang dan masyarakat. Setiap kebudayaan menyediakan norma yang berbeda antar masyarakat satu dengan lainnya dpan mempengaruhi kepribadian anggotanya.
d, Pengalaman Kelompok
Kadang kala ukuran penilaian antar kelompok saling berbeda, dan dari hal tersebut seseorang harus mau dan mampu untuk memilah-milahkannya.
e. Pengalaman Unik
Menurut Paul B. Horton, pengalaman unik mengandung pengertian bahwa tidak seorangpun mengalami serangkaian pengalaman yang persis satu sama lainnya dan tidak seorangpun mempunyai latar belakang pengalaman yang sama.

5. Agen-Agen, Bentuk, Tipe, dan Pola Sosialisasi

a. Agen-Agen Sosialisasi
Dalam sosiologi pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi disebut agen sosialisasi. Fuller dan Jacobs mengidentifikasikan empat agen sosialisasi utama, yaitu
- Keluarga
- Kelompok sebaya atau sepermainan
- Sekolah
- Media Massa

b. Bentuk Sosialisasi
Sosialisasi dapat dibagi dalam bentuk sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Light, Keller, dan Callhoun mengemukakan bahwa setelah seseorang mendapatkan sosialisasi dini yang dinamakannya sosialisasi primer, maka selanjutnya ia akan mendapatkan sosialisasi sekunder. Sosialisasi primer adalah sosialisasi pada tahap awal kehidupan seorang manusia, sedangkan sosialisasi sekunder ialah sebuah proses penyosialisasian ulang.

c. Tipe Sosialisasi
Ada dua tipe sosialisasi yaitu :
- Formal, melalui lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku di negara.
- Informal, terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan.

d. Pola Sosialisasi
Jaeger membagi sosialisasi kedalam dua pola, yaitu pola sosialisasi represif dan pola sosialisasi partisipatoris.

B. Perilaku Menyimpang

1. Pengertian Konformitas

Konformitas adalah bentuk interaksi yang didalamnya seseorang berprilaku sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat dimana ia tinggal.

2. Hakikat Perilaku Menyimpang

a. Definisi Perilaku menyimpang

Suatu perilaku disebut menyimpang (deviance) apabila tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Nilai dan norma sosial masyarakat yang satu berbeda dengan norma sosial masyarakat lainnya.

b. Sumber Penyimpangan

-Edwin M. Lemert,menyatakan bahwa perilaku menyimpang terjadi karena pemberian julukan atau merk tertentu yang di anggap menyimpang dalam suatu masyarakat atau yang biasa disebut labelling.
-
Robert K. Merton,menyatakan perilaku menyimpang terjadi karena tidak adanya kaitan antara tujuan dengan cara yang telah ditetapkan dan dibenarkan oleh struktur sosial.Merton mengidentifikasikan 5 tipe cara adaptasi individu,yaitu :
*cara adaptasi konformitas
*cara adaptasi inovasi
*cara adaptasi ritualisme
*cara adaptasi retreatisme
*cara adaptasi pemberontakan
Di antara ke-5 cara adaptasi di atas,adaptasi konformitas merupakan satu-satunya bentuk perilaku yang tidak menyimpang.


3.Sifat dan Macam Perilaku Menyimpang

a.Sifat Perilaku Menyimpang

-penyimpangan bersifat positif,penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif,kreatif dan memperkaya alternatif.
-penyimpangan bersifat negatif,dimana pelaku bertindak ke arah nilai sosial yang di pandang rendah dan berakibat buruk serta mengganggu sistem sosial.

b.Macam-Macam Perilaku Menyimpang

-Tindakan Kriminal atau Kejahatan
Light,Keller, dan Calhoun membedakan tipe kejahatan menjadi :
*Kejahatan tanpa korban ,yang tidak mengakibatkan kerugian bagi orang lain.
*Kejahatan terorganisasi,yang di lakukan oleh komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan cara menghindari hukum.
*Kejahatan kerah putih,yang mengacu pada kejahatan yang di lakukan oleh orang terpandang atau yang berstatus tinggi dalam pekerjaannya.
*Kejahatan kerah biru,yang di lakukan oleh kaum yang kurang berpendidikan.
*Kejahatan korporat,yang dilakukan atas nama organisasi dengan cara menaikkan keuntungan.

-Penyimpangan seksual
*Perzinahan
*Lesbianisme
*Homoseks
*Kumpul Kebo
*Tranvestitisme
*Sadisme
*Biseksual
*Pedophilia
*Inces

-Pemakaian dan pengedaran obat terlarang

-Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup

2 komentar:

jantisyubidu.. on 25 Februari 2010 08.34 mengatakan...

fiuhh,
cape cape ngrjaen tgazz,
smugaa ajj nlaenyah bguss ;)

Anonim mengatakan...

ini diambil dari buku ya?
kalok iya..

nama and penerbitnya boleh kasih tw?

Poskan Komentar

 

sosiologi Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal